Think smart gurls ! ! ! (only for girl) :D

Pernah mikir gag???
Emang waktu PDKT, cowok pasti melakukan aksi gila”an buat dapetin cewe yang dimau. Mulai dari aksi2 SOK SUPER R.O.M.A.N.T.I.S (inspired by: the Baginda’s song), sampe lari” telanjang keliling bunderan UB jugag pasti bakal dilakuin...

Tapi.....
Setelah tuh cewe mulai luluh n’ ngerontokin pertahanannya sendiri (baca: gag jual mahal lg), udah deh gantian para cowo2 kampret itu yang seakan-akan melakukan aksi balas dendam secara gerilya. Gayanya udah mulai songong, kopong,mengong.. (*gag ngerti ndiri artinya) pizz.. ^^V

Yang tadinya waktu PDKT bisa kuat nelpon berjam-jam tanpa takut pulsa abiz (yaiyalah gag takut abiz, org telponnya jugag pake bonusan tengan malem operator insial “M”). Waktu udah pacaran, baru telpon 10 menit ajah udah bilang ‘NGANTUKlah, BANYAK TUGASlah, PULSA ABISlah n’ banyak “lah-lah” yang laen. Hasshh.... bikin bete banget.

*siap2 bawa clurit*

Ini nih yang namanya cinta jaman sekarang.
Susah banget ditebaknya.
Diawal-awal keliatannya cintaaaa bangeet...
Mau makan inget kamu, mau tidur kepikiran kamu, mau ngupil ajah paling jugag kepikiran kamu. Hufft....

Nah sekarang?? Mau makan inget2 duit dikantong ada berapa, mau tidur inget2 ada utang yang belom dibayar ato kagak, mau ngupil?? Yah cuci tangan dulu kalee... (jorok banget.) :D

Intinya…
Orang pacaran tuh indahya cuma diawal-awal ajah. Nah yang bisa bkin mereka langgeng itu ya karena adanya KOMITMEN yang ada diantara mereka. Komitmen ini yang kudu dijaga banget kalu pengen hubungan tetep langgeng smpe jadi nenek2 peyot ato aki2 ntar. Karena komitmen yang kuat ini nih yang bisa bkin hubungan jadi lumayan indah lagi.

“Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang”



Apakah uang memang hal yang sangat penting di dunia ini??
Tanpa uang tidak bisakah kita bertahan hidup??
Ya...
Uang memang penting
Makan perlu uang
Minum perlu uang
Bayar sekolah pake uang
Bahkan kencing pun harus mengeluarkan sejumlah uang
Sekilas mungkin memang penting
Tapi....
Bagaimana jika hidup dipenuhi uang namun batin tidak bahagia??
Masikah uang dianggap penting?
Para koruptor yang hidup bergelimang harta
Apakah batin mereka benar-benar bahagia???
Penderita kanker stadium akhir
Apakah mereka bisa benar-benar bahagia walau hidup dikelilingi harta??
Bagaimana dengan...
Para anak jalanan yang masih bisa tersenyum ceria walau tak ada uang sepeserpun
Bagaimana dengan...
Senyum bahagia para ibu yang baru melahirkan putra mereka walaupun tak tahu bagaimana harus membayar biaya rumah sakit
Kalau sudah begini
Masihkah uang menjadi tolak ukur sebuah kebahagiaan??
Mungkin uang memang hal yang penting
Namun uang tanpa adanya kebahagiaan??
Masikah bisa dianggap penting...

I don’t think so.

Dia dia dia ... :D


* Me n Him all expression *

*ini di Ria Jenaka cafe*

*ini di Museum Satwa Batu*

*yang ini lupa di mana ya.....*

*ini di depan tipi*

FORGIVE but not FORGET

“Forgive but not forget”
Mungkin memang benar saya telah memafkan, namun tetap saja saya tidak akan pernah melupakannya. Bukan karena saya ini orangnya pendendam atau pemarah. Namun yang namanya sesuatu yang terlanjur melekat pada ingatan kita, akan susah untuk ditarik kembali.


*forgive me for saying this but I can't ever get you off of my mind*

Untuk itulah ketika saya berkata memafkan, saya sesungguhnya telah benar-benar memaafkan, namun ketika “memori” itu terputar kembali di otak saya, rasanya masih tetap sama. Sakit. Hei, saya rasa ini wajar. Tidak ada yang patut disalahkan. Dan tidak ada yang berhak menyalahkan saya.

Layaknya komunikasi, bersifat irreversible. Maksudnya ialah, segala sesuatu yang telah kita ucapkan dan telah diterima oleh memori orang lain maka hal tersebut tidak akan dapat ditarik kembali. Sekalipun dengan kata “maaf”.

Mungkin ini alasan kenapa saya benci sekali dengan kata maaf. Berkata maaf mungkin semudah anda membalikkan telapak tangan anda. Tapi pertanggungjawaban atas kata-kata maaf yang telah anda ucapkan itulah yang sangat berat.

Menurut saya, untuk apa anda membuang-buang waktu berkata maaf jika ternyata itu tidak dapat mengahapus sepenuhnya kesalahan anda. Mungkin sebagian dari kalian akan berpendapat bahwa kata maaf adalah symbol dari perwujudan rasa bersalah kalian. Tapi tidak bagi saya. Saya tidak butuh simbol. Saya hanya butuh pembuktian atas perbaikan sikap anda agar memori masa lalu itu tidak terlalu mempengaruhi dan “menyakiti” hari-hari saya.

Tapi tetap saja, ini hanya sepenggal opini saya yang mungkin bisa jadi berbeda dengan opini anda. Hanya saja yang saya tau, bahwa saya mungkin telah memaafkan tapi tidak akan pernah melupakan.

Mereka Terlalu Indah Untuk Dipanggil IDIOT


Kalian pasti tahu istilah "down syndrome"  atau biasa kita sebut sindrom down atau tunagrahita. Yah m erupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. 
Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid maka sering juga dikenal dengan mongolisme. Pada tahun 1970an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali sindrom ini dengan istilah sindrom Down dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama.

*mereka dan segala kelebihan mereka*

Banyak orang salah mengartikan kelainan ini. Banyak dari mereka yang menyamakan mereka dengan idiot. Padahal tidak selalu penderita down syndrome atu tunagrahita ini idiot. Down syndrome mempunyai beberapa tingatan yaitu:

1. Ringan
Anak yang tergolong dalam tunagrahita ringan memiliki banyak kelebihan dan kemampuan. Mereka mampu dididikdan dilatih. Misalnya, membaca, menulis, berhitung, menjahit, memasak, bahkan berjualan. Tunagrahita ringan lebih mudah diajak berkomunikasi. Selain itu kondisi fisik mereka tidak begitu mencolok. Mereka mampu berlindung dari bahaya apapun. Karena itu anak tunagrahita ringan tidak memerlukan pengawasan ekstra.
2. Sedang                                                                                                  
Tidak jauh berbeda dengan anak tunagrahita ringan. Anak tunagrahita sedang pun mampu diajak berkomunikasi. Namun, kelemahannya mereka tidak begitu mahir dalam menulis, membaca, dan berhitung. Tetapi, ketika ditanya siapa nama dan alamat rumahnya akan dengan jelas dijawab. Mereka dapat bekerja di lapangan namun dengan sedikit pengawasan. Begitu pula dengan perlindungan diri dari bahaya. Sedikit perhatian dan pengawasan dibutuhkan untuk perkembangan mental dan sosial anak tunagrahita sedang.
3. Berat
Anak tunagrahita berat disebut juga idiot. karena dalam kegiatan sehari-hari mereka membutuhkan pengawasan, perhatian, bahkan pelayanan yang maksimal. Mereka tidak dapat mengurus dirinya sendiri apalagi berlindung dair bahaya. Asumsi anak tunagrahita sama dengan anak Idiot tepat digunakan jika anak tunagrahita yang dimaksud tergolong dalam tungrahita berat.

*senyum indah meraka*
Tapi bagi saya, tetap saja mereka tidak pantas untuk disebut idiot. Sadarkah kalian, senyum anak-anak ini lebih indah dan terlihat lebih tulus daripada senyum kalian yang berisi kemunafikan belaka. Banyak dari mereka yang berhasil menunjukkan prestasi. Jadi jangan anggap remeh orang-orang yang mungkin kalian anggap tidak sama dengan kalian.
Mereka bukannya tidak sama dengan kalian, tetatpi mereka hanya diberikan keindahan dengan cara yang berbeda oleh Tuhan. Maka mungkin benar jika ada yang mengatakan “Don’t judge the book by the cover”. Bisa jadi anak-anak seperti mereka memiliki hati yang lebih tulus daripada anda.
Jadi..  BERHENTI MENYEBUT MEREKA IDIOT !!!

Menjadi Menyenangkan Buatmu. ITU SUSAH


Hem...bingung juga apa yang mau saya tulis dipostingan kali ini. Sesuai denga judulnya, "Menjadi Menyenangkan Buatmu.ITU SUSAH.” Kenapa saya ambil judul ini? Yah berangkat dari pemikiran-pemikiran saya mengenai semua sikap-sikap dia pada saya.

Dia itu orangnya susah banget ditebak apa maunya. Bukan karena kita gak tau apa maunya dia tapi karena terlalu banyak yang dia mau. Mau ini mau itu, udah mirip banget ama doraemon dah “aku ingin begini aku ingin begitu”. Hihihihihi…. Sampai-sampai bikin saya jadi pusing tujuh keliling. Selain itu (menurut pandangan subjektif saya) dia kadang sering sekali suka mengatur-atur saya.

wajah jelek dia dan wajah cantik saya *tapi bo'ong*
kita berdua sama2 jelek dan "bodoh"

Contohnya dia sering sekali mengomentari kebiasaan saya yang suka males mandi. Kadang bikin sebel sih kalau dia terus merengek-rengek untuk menyuruh saya mandi. Tapi setelah dipikir-pikir lagi ternyata memang saya yang salah karena saya ini wanita yang seharusnya selalu menjaga kebersihan tapi malah anti banget ama aer.

Contoh lainnya mungkin yang kadang bikin saya setengah sebel mati, eh maksud saya sebel setengah mati. Dia bilang gak seberapa suka ama celetukan-celetukan saya yang kadang “gak penting” buat dia. Yah baiklah saya akui, kadang memang saya suka melontarkan hal-hal konyol ke dia. Seperti saat dia sedang melihat-lihat kaos basket di sebuah pusat perbelanjaan, kemudian saya mulai mendekatinya dan bertanya, “Mau beli? Buat apa yank?” dan jawabanya “Buat kepasar.” Sambil melirik sebal kepada saya. Yah…. Saya akui memang saya yang salah, dan entah mengapa pertanyaan-pertanyaan bodoh macam itu sering sekali keluar dari mulut saya.

Tapi anehnya ketika dia mulai complain kepada saya tentang semua kebodohan-kebodohan saya itu, langsung seketika itu juga membuat ati saya ini sakitnya kaya’ ketusuk seribu jarum suntik. Yah saya memang bodoh saya akui itu. Saya juga gak tau bagaimana membuatnya merasa senang dengan saya. Tapi yang saya tau ketika saya merasa sakit ati hari itu, esok harinya ketika saya bangun pagi ternyata rasa sakit itu sudah benar-benar hilang. (Saya sendiri bingung dengan reaksi aneh yang terjadi di tubuh saya ini).

Yah sudahlah. Terlepas dari itu semua, perasaan saya padanya tetap dan tidak akan berubah. Kenapa saya mengatakan hal ini? Yah berangkat dari istilah orang-orang yang mengatakan “cintailah semua kekurangan dan semua kelebihan dari pasanganmu”.

So… cm pengen ngmg I’m so FUCKIN in LOVE with yuu hunn….. Hell yeeaaa….. :D :D :D

Alay: Sebuah Bentuk Identitas dan Eksistensi

Pernah dengar istilah “Iiih luw gag beuuudhh dweehh..” atau “heii , lamb knall yupz ! nmAquw Gneshaa . . !” Ya ini adalah bahasa-bahasa yang banyak digunakan anak-anak jaman sekarang. Orang-orang sekarang menyebutnya dengan istilah Alay, singkatan dari “anak layangan”. Entah mengapa disebut anak layangan, yang jelas alay ini sendiri saat ini telah merajalela. Bahkan sudah mulai membentuk komunitasnya sendiri.

Kaum alay sendiri, tidak hanya ditandai dengan gaya smsan mreka yang susah dimengerti, namun juga ditandai dengan gaya nyentrik mreka dalam fashion. Kaum alay cenderung berfikir lebih kreatif dari orang-orang biasa lainnya. Ide mereka dalam memadu padankan mulai warna pakaian, style, hingga aksesoris-aksesoris yang digunakan bisa dibilang sangat kreatif.

Lalu bagaimana bisa komunitas alay ini tiba-tiba muncul dan membentuk sebuah identitas baru pada sebuah kelompok masyarakat. Merujuk pada teori hierarki kebutuhan Maslow yang menyatakan bahwa terdapat lima tingkatan kebutuhan pada diri manusia yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanaan dan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri/ kebutuhan eksistensi diri.

Dari teori tersebut dapat dilihat bahwa setiap manusia membutuhkan adanya sebuah eksistensi diri. Sebuah kebutuhan untuk bertindak sesuka hati berdasarkan bakat dan minat yang dimiliki. Untuk itulah dalam upaya mewujudkan eksistensi diri tersebut perlu adanya sebuah pembentukan konsep diri agar sesuai dengan lingkungan yang ada saat ini.

Konsep diri sendri menurut Hurlock (1978:237), pemahaman atau gambaran seseorang mengenai dirinya dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik dan aspek psikologis. Gambaran fisik diri menurut Hurlock, terjadi dari konsep yang dimiliki individu tentang penampilannya, kesesuaian dengan seksnya, arti penting tubuhnya dalam hubungan dengan perilakunya, dan gengsi yang diberikan tubuhnya di mata orang lain. Sedangkan gambaran psikis diri atau psikologis terdiri dari konsep individu tentang kemampuan dan ketidakmampuannya, harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain.

Dari sini dapat diketahui bahwa sebenarnya para “Alay” bersikap seperti itu hanya untuk menunjukkan eksistensi dan identitas diri mereka kepada masyarakat. Mereka berlaku seperti itu sebenarnya berusaha untuk menyesuaiakan diri dengan lingkungannya dan kelompok sosialnya.
Beberapa ciri alay, yaitu:
  • ·         Dalam mengambil foto close up, selalu diambil dari sudut agak miring, hal ini dapat membuat wajah terkesan lebih cool dan menutupi bentuk wajah yang kurang menarik jika diambil dari depan
  • ·         Dalam menulis, tulisannya berhuruf di-imut-imut-kan dan ditambahi bahasa-inggris-bahasa-inggrisan mungkin agar berkesan cerdas dan cute
  • ·         Di situs jejaring sosial menggunakan nama palsu yang berbau luar negri, menakutkan atau lucu, contoh: “Marco Jahanam” atau “Bella Cute”
  • ·         Masih di situs jejaring sosial, memiliki teman yang banyak sekali, bahkan akhir – akhir ini di jejaring sosial Facebook muncul sebuah fenomena orang – orang yang dikategorikan alay memiliki daftar saudara kandung (sibling) yang juga sangat banyak.
  • ·         Dan yang paling mendominasi ialah bahasa mereka yang tergolong “unik” atau “aneh” menurut sebagian besar orang karena bahasa mereka cenderung “diplesetkan”.

Jika saya melihat disini, dari kelima point di atas, dapat ditarik sebuah benang merah, yang melatarbelakangi terjadinya fenomena tersebut. Saya menyebutnya “sok”. Bukan “sok” dalam arti sombong namun “sok” dalam artian “seolah-olah”. Menurut saya, semua perilaku ke-alay-an tersebut mempunyai pola yang sama, bahwa mereka berusaha untuk menunjukkan sesuatu yang bukan merupakan bagian diri mereka sebenarnya. Mereka membentuk konsep diri seperti ini hanya demi kebutuhan eksistensi diri mereka dimasyarakat. Dapat dikatakan pula, bahwa para alay ini kurang percaya terhadap jati diri mereka sendiri.

Jadi kesimpulannya, ada dua golongan yang sangat identik dengan komunitas alay, yang pertama ialah masyarakat marginal yang kedua ialah para ABG. Jika dilihat dari dua golongan ini, rasanya wajar jika fenomena alay ini sendiri berawal dari rasa kurang percaya diri sehingga terbentuklah sebuah konsep diri baru untuk mempertahankan eksistensi diri. Mereka adalah orang – orang dengan berbagai ekspektasi akan masa depan impian yang merasakan banyak sekali benturan dalam diri mereka untuk mencapai ekspektasi tersebut.

About this blog

Blog ini hanya berisi cerita sehari-hari dalam kehidupan si Keong Dudul ini. Mulai yang seneng sampai yang susah pun ada. Gak hanya itu, di blog ini juga dibahas berbagai permasalahan tapi dari sudut pandang berbeda si Keong Dudul. So.. Enjoy read this blog. :D
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Sidoarjo, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Just an ordinary girl with ordinary life...

Pengikut

Me Me n' Me